Aku hanya bisa terdiam menyaksikan segala tingkahmu. Kau bertindak konyol, kau berlaku seolah-olah tak ada aku di sana Aku menyadari itu semua... Begitu hinanyakah aku di matamu? Hari-hari panjang telah ku lewati... 2 tahun sudah aku memendamnya Bukan tanpa alasan aku melakukan hal ini Aku hanya tak mau kau tahu rasa ini Aku merasa, aku bukan orang yang tepat untukmu Aku selalu berpikir, kau tak memiliki rasa yang sama...
Aku ingin terbebas darimu yang tak pernah anggap ku ada
Aku ingin pergi ke lautan luas bersama semua harapanku yang tak akan pernah terwujud
Lautan yang begitu dingin waktu malam dan begitu indah saat matahari terbit...
Tapi aku tak tahu caranya... Aku belum menemukan cara itu
Bagaimana aku bisa melakukannya bila kau selalu hadir di mataku, hadir di mimpiku??
[Kyuhyun] You come around to every child in the world [Siwon] Always a time you’re never late, every year [Ryeowook] How does it feel to work, everyone’s off, no one to help you? [Sungmin] How do you reach us all, it’s for sure, no one does it better [Eeteuk] Christmas is finally here, it’s time to celebrate Cause [Eunhyuk] you make a better world year after year [ALL] Soon you’ll be on your way, spreading joy everywhere There’s no one like you, [Sungmin] Santa you are the one! [Donghae] You creep down the chimnies at night, that’s right [Kyuhyun] And you always know who has been naughty or nice [Henry] How does it feel to work, everyone’s off, no one to help you? [Yesung] How do you reach us all, it’s for sure, no one does it better. yeah [Zhoumi] Christmas is finally here, it’s time to celebrate Cause [Shindong] you make a better world, year after year [ALL] Soon you’ll be on your way, spreading joy everywhere There’s no one like you, [Donghae] Santa you’re the one! Thank you santa, thank you ([Donghae] You are the one!) Go go santa, go go ([Eunhyuk] You are the one!) Thank you santa, thank you ([Eeteuk] You are the one!) Go go santa, go go [Ryeowook] I hope you enjoy this song [Yesung] It’s a gift from everyone [Kyuhyun] Thank you for all that you have done
(BRIDGE)
[Siwon] Christmas is finally here, it’s time to celebrate
Cause [Eunhyuk] you make a better world, year after year
[Donghae] Soon you’ll be on your way, spreading joy everywhere
There’s no one like you, [Eeteuk] Santa you’re the one!
[ALL] Christmas is finally here ([Kyuhyun] oh oh), it’s time to celebrate
Cause you make a better world, year after year ([Kyuhyun] year after year)
Soon you’ll be on your way ([Ryeowook] on your way), spreading joy everywhere
There’s no one like you ([Ryeowook] no one), Santa you’re the one!
Perasaan yang kurasakan tak pelak membuatku sedikit tersiksa
Yaaah...
Aku melihatmu semester 1 lalu....
Saat itu kau masuk melalui pintu itu
Pintu kelas yang biasa kami pakai untuk proses belajar mengajar
Mataku tak bisa lepas saat melihatmu
Hati ini tergetar sesaat, entah apa itu, tapi semua itu membuatku sejuk
Hatiku begitu sejuk...
Kau pun berlalu, memilih posisi duduk paling belakang
Mataku masih mengikuti gerak-gerikmu
Aku masih sibuk dengan pikiranku tentangmu saat teman-temanmu memulai acara.
Yupz, acara perkenalan adik tingkat dengan kakak tingkat
Dan kau adalah kakak tingkatku
Perkenalan itu membuatku tak sabar untuk sampai ke bagianmu..
Aku ingin tahu namamu
Hmm......
Lama untuk sampai pada giliranmu
Paling belakang seh....
1 orang, 2 orang, 3 orang...................
Sampailah giliranmu
Aku bersemangat tak sabar untuk tahu
Kau pun menyebutkan namamu
Wah, aku senang sekali.....
Aku tahu namamu!!!!!
Deg.
Aku teringat sesuatu, aku sudah memiliki dia
Dia yang begitu aku sayangi, dan menurutku dia pun sayang sama aku.
Aku pun tertunduk..
Sekejap, kesejukan yang menjalar dalam hatiku pun musnah..
Aku sangat menyayanginya, apakah aku pantas untuk memikirkanmu?
Sementara ada dia di dalam hatiku?
Apa yang harus ku lakukan?
Apa dengan aku mulai memikirkan orang lain, ini berarti aku tidak setia??
Entahlah....
Yang jelas, aku tak berniat untuk melakukan hal-hal yang akan melukai perasaan dia...
Aku pun mengabaikanmu...
Waktu pun berlalu, aku masih sibuk dengan dia yang ada dalam hatiku...
Selama waktu itu, tak pernah kau terlintas dalam benakku..
Aku hanya berpikir, mungkin kau hanya sebagian dari laki-laki yang bisa membuatku terpesona, kagum, simpati?? Mungkin.....
Hal yang tak pernah kusangka pun terjadi..
Saat perjaanan pulang dari acara Ospek mahasiswa baru, aku dan kamu satu bus..
Saat itu aku tidak punya teman sebangku...
Yupz, bisa ditebak, kau pun menghampiriku, duduk di sampingku, dan mulai berbicara padaku!! Untuk pertama kalinya? Oh Gee!!! Unbelieveble!
2 semester aku tak memikirkanmu, dan setelah itu kau tiba-tiba datang mengahampiriku???
“Pulang kemana dek??” tanyamu membuka pembicaraan...
Aku masih ingat suara itu, tatapan mata itu, aroma tubuh yang ku rasa aroma yang “kecapekan”? entahlah....
Aku hanya menjawab singkat. Kau tahu? Saat itu hatiku benar-benar bergejolak seperti bom yang siap untuk meledak. Aku menggigit bibirku, aku malu, aku gerogi, aku nerveous, tak terungkapkan... kita pun ngobrol. Kau ingat? Ah,, mungkin tidak.
Aku mengalami masa-masa sulit setalah itu....
Dia yang ada dalam hatiku, dia yang ku sayangi melebihi diriku, dia yang selalu mengisi hari-hariku, dia, dia, dan hanya dia, dia membuatku kecewa. Dia memutuskan hubungan kami dengan alasan yang tak jelas. Kau tahu?? Aku sudah berusaha mempertahankannya, aku sudah mengerahkan seluruh hatiku untuk meyakinkannya untuk tetap bersamaku, tapi, hasilnya nihil... aku begitu sakit waktu itu, tersiksa, seakan-akan dunia ini membenciku, menginginkanku untuk segara meninggalkannya, aku seperti di tikam oleh pisau super tajam dan kemudian di buang ke sungai untuk menyembunyikan mayatku yang tak bernyawa. Sakit yang luar biasa. Kejadian itu membuatku membenci bulan Oktober. Iya, saat itu bulan Oktober.
Butuh waktu yang lama untuk kembali ke keadaan yang semula. Dan pada saat keadaanku mulai membaik, ada berita yang membuatku lebih terpukul dan jatuh kembali ke kesakitan yang lebih dalam. Ternyata dia yang membuatku sampai begitu sakitnya, dia mendua. Saat dia bersamaku, dia juga bersama perempuan lain, mungkin itu alasan dia untuk menyembunyikan hubungan kami selama ini. Dia menjalin hubungan lain selain denganku. Kau tahu berapa lama waktu yang ku habiskan untuknya selama ini?? Kami bersama selama hampir 2 tahun, dan selama 2 tahun itu dia mengkhianatiku. Rasa yang ku alami untuknya, sayang yang kucurahkan untuknya, pengorbananku, impianku yang kuberikan untuknya, begitu mudahnya dia mempermainkannya. Dada ini sesak! Aku merasa seperti katak dalam tempurung, aku hanya melihat ke arahnya, tanpa tahu perbuatannya di belakangku. Aku sayang dia. Dulu.....
Sudahlah, dia sudah tak penting lagi dalam hidupku.
Dia bukan lagi bagian hidupku.
Sekarang tak ada dia, dia, dan dia.
Aku bersyukur, aku punya teman-teman yang baik dan perhatian. Berkat mereka, sedikit demi sedikit, hatiku pulih. Itu juga tak lepas dari dirimu. Secara tak langsung, kau menyadarkanku, bahwa dunia ini tetap hijau walau tanpanya.
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama
karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
** Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri ** «Dalam masa kesuksesan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita» Ingatlah kapan terakhir kali Anda berada dalam kesulitan.
Siapa yang berada di samping Anda ??
Siapa yang mengasihi Anda saat Anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama Anda saat Anda tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT ANDA
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan Anda dengan mereka
geoul ap nae moseubeun geuttae geu moseub ssaneurhaeseo deo johasseo
golmogeun haega jiryeohae
keopihyangi geu ttaero nal deryeoga
syowin dou gyeouroseul barabodeon geu ttaero
geurae neoyeosseo nal derigo naon geon
nae jumeoni sog nae soneul kkog jabdeon
geu hae neujgaeurui neo ijen eodireul geodni
neoui balsoriga geuriwo
barameul masyeoboasseo
gaseumdobogo pahaeseo
hangyeol na ajin gaseumeun jaechoghae
himdeun bami ogi jeone dora gajago
geurae neoyeosseo nal derigo naon geon
nae jumeoni sog nae soneul kkog jabdeon
geu hae neujgaeurui neo ijen eodireul geodni
neoui balsoriga geuriwo
geurae neoyeosseo gaeureul gareuchyeojun
galsaeg geuriumi kkeutieobsneun bam
dagaol nae gyeoureul ije junbihaeya hae
bami gilgo gin nae gyeoureul
niga neomu manheun nae gyeoureul
English Translation:
I opened my closet and a few outfits came into my eye
It seems a bit early but I put it on anyway
My image in the mirror is the image from back then
I liked it better cold, the sun is about to set in the alleyway
The coffee aroma brings me back to then
When I looked at the clothes hanging on the shop window
Yes it was you, who brought me out
You, who put your hand in my pocket and held my hand
In that year, late autumn
Now where should I walk? I miss the sound of your footsteps
I drank in the wind, because my heart longed for it too
My heart that’s gotten a bit better presses me on
For me to go back before the night comes
Yes it was you, who brought me out
You, who put your hand in my pocket and held my hand
In that year, late autumn
Now where should I walk? I miss the sound of your footstep
Yes it was you, the shade of brown, who taugh tme autumn
The night with the endless longing
I need to prepare for the upcoming winter
For the winter with the long, long nights
For my winter, that has so much of you